Fair & Festival

Pameran dan Festival selalu menjadi bagian tak terlepaskan dari suku Arunachal Pradesh, Suku Monpa dana suku-suku lainnya di Arunachal Pradesh. Festival ini dibentuk sebagaian besar berkaitan dengan pertanian dan agama. adapun beberapa agenda kegiatan festival dan pameran yang perlu dicatat seperti :

Losar : Festival tahun baru losa adalah festival penting suku Monpas, pada umumnya diadakan pada bulan akhir Febuari ataupun Bulan Maret dirayakan selama 15 hari dengan penuh syukur dan kegembiraan. beberapa jenis tarian akan disajikan Setiap orang dan tamu yang hadir sangat dipersilakan untuk menikmati makanan lezat, minuman bir dan anggur selama perayaan berlangsung.

Torgya : Upacara yang akan diadakan setiap tahun pada tanggal 28 bulan ke sebelas di kalender Lunar (bulan) yang bila dipetakan dengan kalender modern maka perayaan ini akan jatuh pada bulan Januari setiap tahun. upacara ini merupakan kepercayaan dalam membasmi roh jahat untuk mendatangkan kemakmuran serta kebahagiaan baik untuk manusia ataupun untuk tanaman pangan. Acara akan diisikan dengan beberapa tarian tradisional yang megah dan akan dilaksanakan di Cham Lang halaman biara Tawang.

Dukpa Tse Dia : Pada hari keempat dibulan ketujuh, upacara Dukpa Tse Dia diacarakan sebagai dari rangka menghormati Dukpa Tse Shi , sanga Buddha yang berkhotbah perdana mengenai Novel kebenaran jilid empat kepada lima muridnya saat berada di taman rusa di Sarnanth. Kegiatan diisi dengan upacara mengunjungi tempat-tempat ibadah serta sembhayang.

Gaden Ngamchoe : Mengikuti kalendar bulan ( lunar ) upacara  ini akan diadakan setiap tanggal 25 bulan kesepuluh sebagai bentuk penghormatan dari kematian Je Tsongkhapa, Pendiri Gelukpa sebagai tatanan ajaran Buddhisme Tibet tentang arti pengabdian serta kematian. Seusai melakukan upacara sembahyang malam harinya akan mengosumsi  bubur jagung yang ditaruh sedikit terigu. Acara pun ditutup dengan menyalakan lampu pada atap rumah dan beranda rumah para biksu / penduduk.

Lhabab Duechen : upacara yang diadakan pada hari kedua puluh dua (22) di bulan kesembilan dari kalender bulan (lunar), upacara ini dibentuk sebagai peringatan Sang Buddha turun dari Tsuhita, atau kita kenal dengan khayangan. Upacara akan diadakan dengan   acara keagaaman seperti mengunjungi tempat-tempat suci . membawa lentera serta melakukan sembhayang.

Saka Dawa : upacara yang diadakan pada bulan keempat penanggalan kalender Lunar ( bulan ) sebagai tanda pencapaian Nirvana oleh Gautama Buddha