Berita


Kunjungan Sharpa Choeje ke Biara Tawang


Kehadiran Sharpa Choeje pada tanggal 8 November 2011 disambut antusias oleh semua biksu dari Biara Tawang. Acara juga dijadwalkan dengan memberikan dakwah di Dangnge- Lheksey Ningpo oleh Je Tsongkha Pa mulai tanggal 9 – November – 13 November. Pada tanggal 14 November kepala biksu guru Tulku Rinpoche  dan muridnya mangadakan upacara syukuran Ten Shug. ( upacara umur panjang)

Pada tanggal 15 , dia memberikan penyuluhan kepada penduduk dan desa di sekitarnya. Pada tanggal 16 Sharpa Choeje mengunjungi biara Choekhor Lin.

Pada tanggal 17 Sharpa mengunjungi kuil biarawati Jangchup Choeling dan Thukje Choeling dan melakukan ajaran Tsok. Pada tanggal 18 dia mengunjungi beberapa tempat seperti  :

  • Urgenling Gompa
  • Jigkhob Thongdrol Chorten
  • Panti asuhan Manjushree Vidyapith
  • Biara Khenmey dan memorial perang

dan pada hari terakhir 19 November 2011, Sharpa Choeje mengunjungi Kuil Biarawati di Singsor dan berangkat menuju Dirang.


Drukpa Sangdue


Acara Drukpa Sangdue dimulai pada tanggal 22 Agustus 2011 tepat pada pukul 3 pagi waktu setempat. Dipimpin oleh Guru Agung Tulku Rinpoche, Kepala biksu biara.

Dihadiri oleh 200 orang biksu. Acara dimulai sebagai pemujaan tantra penyembahan Chakra Samavara, Dewa yang biasanya diikuti oleh Sekte Buddhisme Tibet Gulukpa.

Para biksu menyiapkan pasir Mandala sebagai persiapan pemujaan dalam seminggu yang dilakukan pekan lalu.Pemujaan berakhir pada tanggal 25 Agustus 2011. Pada tanggal 25 agustus ada pemujaan dengan api dan pada tanggal 26 Agustus ada mandala pasir yang dilepas ke air. Acara dihadiri oleh banyak pengunjung.

 


Dalai lama ke 14 mengunjungi Biara Tawang 2009


Tepat pada tanggal 8 November 2009, Dalai Lama Gyalwa Tenzin Gyatso sampai di perbatasan kota Tawang untuk melakukan kunjungan empat hari bersejarah dan telah menarik banyak simpati dari kaum Buddha, sayang pemerintah Cina kurang setuju dengan acara ini .

Acara diadakan diantara pengunungan salju yang tertutup dan lokasi biara yang terletak pada ketinggian 10 ribu kaki dari permukaan laut. poster-poster berwarna warni disiapkan untuk meramaikan acara ini. bendera Tibet dan India berada terpasang dimana mana.

Bangunan gedung dan rumah telah diwarnai ulang agar terlihat segar dan jalan serta lokasi dibersihkan secara total.

Pada hari yang sama, Dalai lama meresmikan Museum Biara ini, yang merupakan tempat penyimpanan benda pusaka keagamaan dan beberapa gulungan skrip tentang sejarah perjalanan buddha. Dalai Lama memimpin doa di aula utama tempat sembhayang dilanjutkan kunjungan ke perpustakaan pembelajaran biksu Tawang. Dalai lama menginap di biara tertua 350 tahun  Tawang.

Kepala biksu sementara Tibet juga turut meresmikan pembangunan OPD yang didonasi RS 20 lakh Daerah Tawang Bagian rumah Sakit. Peraih Nobel tersebut mengadakan pertemuan  yang diadakan 9 – 11 November . Beberapa yang hadir kebanyakan tamu pengunjung.

Pada tanggal 12 November Dalai lama berangkat ke Dirang sebagai bentuk kunjungan bagian kedua Arunachal. Ribuan orang menyambut kepergiaannya di Lapangan Helipad Tawang. Kebanyak dari mereka melambaikan tangan dan menangis karena melihat kepergiaan sosok pengabdian dan Penghormatan untuk melihat TUhan yang hidup akan segera meninggalkan mereka . Kunjungan ini dikatakan sangat sukses.


Kunjungan yang terhormat, Presiden India ke biara Tawang Gaden Namgyal Lhatse


pada tanggal 2 April 2009 Yang terhormat presiden India Smti Pratibha Devsingh Patil mengadakan kunjungan ke Biara Tawangyang merupakan satu-satunya biara tertua dan terbesar di dunia. Presiden juga datang bersama dengan Pensiunan Jendral J. J. Singh, Gubernur Arunachal Pradesh, HMLA Shri Tsewang Dhondup, HMLA, H.E. T.G. Rinpoche, Shri Gamli Padu, Wakil Komisaris dan pejabat lainnya. Seluruh biarawan biara yang dipelopori oleh kepala biara, H. E. Guru Tulku Rinpoche, Lama Lopon, Lama Umzed dan biarawan senior lainnya memberikan resepsi seremonial secara tradisional kepada Presiden.