About

Situs Bersejarah Biara Tawang


Dikenal Sejarah dengan nama Gaden Namgyal Lhatse, namun secara umum situs bersejarah ini dikenal dengan nama Biara Tawang dan dibentuk oleh Merak Lama Lodre Gyatso pada tahun 1680 hingga 1681.

Biara Tawang dibangun diatas antara pengunungan dan diatas tebing dengna ketinggian 10 ribu kaki dari permukaan laut. Bila dipetakan wilayahnya maka memiliki jurang pada bagian selatan dan barat,  Terdapat bukit sempit di bagian utara dan lereng yang bisa didaki dari arah timur.

Pengunjung dapat merasakan keindahan panorama di Biara Tawang  di kawasan lembah Tawang Chu. Dari kejauhan Biara Tawang terlihat seperti Benteng yang menjaga pengunjungnya sehingga memberikan perasaan aman.

Tawang Monastery adalah Biara terbesar di kotanya dan merupakan Biara Terbesar di Asia. Selain Sebagai Biara dan kuil ini juga menampung sebanyak 700 biksu untuk tinggal.

Biara ini merupakan pusat dari dunia Spriritual hidup manusia terbesar di negaranya. Melihat dari dekat Biara ini, Vihara terletak di bagian utara sepanjang punggung bukit. Tepat saat masuk dari pintu Biara akan ada bangunan untuk memelihara burung  dan mengambil air yang digunakan sebagai fasilitas air Vihara.

Disebelah selatannya ada pintu masuk kakaling , kakaling adalah sebuah struktur berbentuk gubuk yang disisinya dibangun dengan mengunakan bebatuan. Ini berfungsi sebagai Gerbang pintu masuk. Pada langit- langit Kakaling dilukis dengan Kying Khor ( mandalas). sedangkan gambarnya dilukis dengan mural Dewa-dewa dan orang orang kudus. Bila anda terus masuk akan bertemu dengan gerbang besar di arah selatan tanpa pintu.

Gerbang selatan tersebut adalah pintu gerbang utama menuju biara  dan dapat diatur di bagian utara dinding pintu gerbang biara. Panjangnya mencapai 925 kaki dan memiliki ketinggian antara 15 kaki hingga 20 kaki.

Pada Tembok gerbang terdapat dua buah jendela besebelahan yang dapat berfungsi untuk memantau keadaan di luar gerbang. Pada sisi tembok bagian timur adalah penghubung antara kakaling dengan gerbang ini.

Ada cerita bahwa benang yang diberikan oleh Dalim lama ke Merak Lama telah melingkupi daerah yang dibatasi oleh keempat dinding tersebut. Jalan beraspal telah dibangun mulai dari pintu utama menuju ke belakang Vihara dan akan mengarahkan pengunjung ke Plat Batu. Beberapa acara seperti tarian dan Upacara  di adakan di sini.

Sedangkan bagian timur dari vihara tertutupi bagunan yang digunakan sebagai tempat tinggal sebanyak 40 rumah yang disebut dengan Sha / hut dan ditinggali oleh para biksu.

Para warga (biksu) turut membangun tempat tinggal ini bersama – sama dengan sukarela. mereka juga ikut memperbaiki dan bertanggung jawab atas semua perawatan rumah ini.

kemudian, pada bagian barat terdapat Tiga Bangunan bertingkat yang digunakan sebagai perpustakaan kitab suci. sedangkan bangunan lainnya merupakan sebuah toko yang menjual keperluan para biksu. Gedung yang ketiga ditempati oleh  Dra-tsang buk dan rombongannya.

Pada bagian Timur terdapt sebuah bangunan bernama Rhum Khang yang digunakan sebagai dapur para biksu untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, termasuk pembuatan makanan persembahan.

Tempat yang patut untuk anda kunjungi adalah Aula pertemuan yang merupakan bangunan paling megah di Vihara ini. bangunan ini memiliki tiga tingkat yang difungsikan untuk menyimpan tempelan dan Labrang ( pembentukan Abbot) pada sisi sisi temboknya dilukisi dengan ornamen ornamen dewa dan orang suci.

Altar pun menempati keseluruhan dinding lorong bila melihat kearah altar sebelah kiri, anda dapat melihat sebuah peti mati perak yang dibungkusi Sutra berisi Thankas Goddes Dri Devi (Palden Lhamo)Dewa utama biara Tawang yang merupakan warisan dari Dalai lama kepada Merak lama.

Isi dari lukisan tersebut mengambarkan Ja-Roi ma yang memiliki arti burung yang memberikan kehangatan seperti pada ajaran Thanka mengenai arti kehidupan.

Garis keturunan Abbot ( kepala biksu )

Khenpo adalah pemimpin agama pada biara dan negaranya, tidak hanya berperan sebagai kepala biksu dan lebih tepatnya berperan penting sebagai guru.

Beberapa silsilah Khenpo :

  1. Merag Lama Lodoe Gyatso
  2. Tsona Khanpo Nawang Rshultrim
  3. Kyormo Lung Khenpo nawang Norbu
  4. Chongye Khenpo Nawang Norbu
  5. Thonglen Kukye Lobsang Namgyal
  6. Tsethang Khenpo Lobsang Tashi
  7. Gomang Khenpo Lobsang Gyaltshe
  8. Dechen Khenpo Jampa Deleg
  9. Nedhong Zholpa Khenpo Khetsun Gyatso
  10. Phyon-gye Khenpo Nawang Tobdhen
  11. Tsethang Khenpo Sungrab Gyatso
  12. Kyormo-Lung Khenpo Palzang Gyatso
  13. Phyong-gye Khenpo Dragpa yarphel
  14. Dagpo Chogtrul Kyabgon Kalsang Lhungrub Drakpa